Alasan Atalanta Menjadi Tim Paling Menarik Di Serie A Musim Ini - Tirto.ID Atalanta

Alasan Atalanta Menjadi Tim Paling Menarik di Serie A Musim Ini - Tirto.ID

 

Haii bersua kembali di situs autoblog , pada pertemuan ini penulis akan memberikan penjelasan tentang "Alasan Atalanta Menjadi Tim Paling Menarik di Serie A Musim Ini - Tirto.ID" dengan jelas, ayo simak sedetilnya ...

 

Di bawah asuhan Gian Piero Gasperini, Atalanta seakan tak amuh berhenti melepaskan kejutan. Musim ini membayangkan berpeluang finis di catur besar dan bisa tampil di Liga Champions musim depan.

Alasan Atalanta Menjadi Tim Paling Menarik di Serie A Musim Ini - Tirto.ID

kemudian bertanya kepadanya: “Mitos seperti segala apa yang berbatas kini sedang sedia di pada sepakbola Italia, tapi Anda akan merasa senang kala berhasil menyingkirkannya?”

James lantas menjawab dengan enteng, bahwa sedang sedia banyak orang yang mengganggap sepakbola Italia hanya dimainkan untuk mengamankan pertahanan. Kenyataannya, menurut James, dugaan itu adalah bualan belaka: sepakbola Italia adalah kebalikannya. Dan sekeliling dua warsa setelah wawancara itu, tepatnya pada gelara Serie A musim 2018-2019, Atalanta, salah satu barisan kecil asal Italia, setidaknya berhasil membuktikan sebutan James tersebut.

Tengah minggu lalu, era nyaris seantero corong dari belahan dunia mana pun membicarakan tentang keajaiban yang diciptakan akibat Tottenham Hotspur dan Liverpool pada ambal Liga Champions Eropa, Atalanta sedang kokoh berdiri di posisi keempat Serie A.

Hingga minggu ke-35, anak asuh Gian Piero Gasperini tersebut berhasil mengumpulkan 62 angka, unggul 3 angka dari AC Milan yang berada di peringkat kelima. Jika membayangkan baik-baik saja pada tiga festival bontot liga, membayangkan akan memikat sesuatu yang barangkali dianggap banyak orang sebagai mimpi di siang bolong: lolos ke Liga Champions Eropa 2019-2020.

Untuk bisa berbatas ke tahap itu, Atalanta yang jua berhasil menembus babak final Coppa Italia ala musim ini, ternyata hanya mempunyai tiga cara: bermain semenarik mungkin, menyerang seakan tidak akan menemui hari esok, dan mencetak banyak nilai ke gawang lawan.

Dan, sonder fungsi Gian Piero Gasperini, Atalanta barangkali tidak akan pernah mampu tampil dengan kaidah seperti.



Kepercayaan Terhadap Gasperini

Saat jadi instruktur anyar Inter Milan ala 2011, Gian Piero Gasperini langsung dihajar sonder ampun akibat awak corong yang berasal dari metropolis Milan. Mereka menyebut Gasperini bukanlah instruktur yang klop untuk Inter, tidak berpengalaman, dan dianggap antik karena gemar membawakan pakem tiga bek sejajar. Alasan lain: Gasperini langsung mengubah kaidah bermain Inter secara radikal.

Karena Inter tampil buruk, kepercayaan Massimo Moratti terhadap Gasperini lantas berkurang setelah kejadian itu. Seperti awak corong di metropolis Milan, Sang Bos yakin bahwa Gasperini memang bukan instruktur yang klop untuk Inter. Kulminasinya: Gasperini kemudian dipecat setelah memimpin Inter hanya pada panca pertandingan, dengan satu hasil semarak dan catur kali mengambil kekalahan.

Alasan Atalanta Menjadi Tim Paling Menarik di Serie A Musim Ini - Tirto.ID

Sekitar panca warsa setelah kejadian itu, tepatnya ala asal Musim 2016-2017, Gasperini nyaris kembali mengalami bintang sebagai era jadi instruktur anyar Atalanta. Penyebabnya sama: Atalanta tampil buruk karena belum paham dengan filosofi Gasperini.

Mereka hanya berjaya sekali dan mengalami catur kekalahan pada panca festival liga. Namun, tidak seperti Moratti, Antonio Percassi, Bos Atalanta, ternyata memastikan menyikapinya dengan kaidah berbeda.

Saat kekacuan terjadi, Percassi asal ke tempat bimbingan Atalanta, lantas mengatakan kepada getah perca anggota Atalanta, “Aku tidak mempunyai keraguan sedikit pun terhadap Gasperini. Ia adalah instruktur kita, instruktur pokta yang bisa kita miliki, dan beliau tak tersentuh. Sekarang mari kita lihat betapa dengan kaidah apa kaidah kalian beraksi.”

Percassi segera mendapatkan jawaban dari pemain-pemain Atalanta. Daripada menggerutu, dengan perspektif kuda, membayangkan memastikan melahap semua keinginan Gasperini, dan secara mengejutkan, bisa memahaminya pada waktu singkat.

Dalam tujuh festival selanjutnya, Atalanta kemudian berjaya enam kali dan hanya sekali bermain seri. L’Eco di Bergamo, corong asal Bergamo, kemudian memuji kinerja Atalanta setinggi langit: “Gila, luar bisa, benar-benar menakjubkan.”

Dua warsa berselang, tepatnya ala musim 2018-2019, Atalanta sedang bermain dengan kaidah yang sama. Bahkan, meski sebanyak anggota pokta membayangkan terus-terusan digerogoti akibat getah perca saingan, kinerja anak asuh Gasperini tersebut semakin menjadi-jadi. James Horncastle arkian kehebatan Atalanta seperti “menentang asas gravitasi.”



Filosofi Nyentrik Gasperini

Blair Newman, pada analisisnya di , mengartikan Gian Piero Gasperini mempunyai filosofi mainan yang nyaris jangan duanya. Seringkali melaksanakan ala 3-4-3 – kadang berubah jadi 3-4-2-1 atau 3-4-1-2 --, Gasperini mampu mengkombinasikan kaidah lama dan kaidah modern.

Selain itu, ia jua mampu menambahkan kaidah baru nyaris tak pernah digunakan sebelumnya.

Dalam bertahan, Gasperini seringkali melaksanakan counter-pressing yang berorientasi terhadap man-to-man marking. Saat oponen memulai buid-up serangan dari lini belakang, sesegera mungkin anggota Atalanta akan melakukan tekanan. Namun, sedia yang atraktif dari aksen (ujaran) yang dilakukan pemain-pemain Atalanta.

Newman menulis: “Man-to-man marking yang dilakukan Gasperini bukanlah sesuatu yang dilakukan di sepakbola Italia ala daur 60-an dan 70-an – sedia penekanan untuk mempertahankan bentuk pertahan. Maka, era penyerang oponen beralih ke muka yang berbeda, ia tidak akan berjalan diikuti agar defensi Atalanta tidak bentuk defensi secara koheren. Namun, untuk ukuran era ini, taktik itu sedang tergolong radikal.”

Newman menganggap pendekatan tersebut radikal absolut bukan sonder alasan. Dalam ala 3 bek yang diterapkan Gasperini, bek yang berposisi paling tengah biasanya mempunyai dua fungsi sekaligus: jadi spare-man maupun marker -- tergantung jumlah penyerang yang diterapkan akibat lawan. Maka, era penyerang oponen berpindah sisi, ia bisa bertukar fungsi dengan bek yang seharusnya menjaga penyerang oponen tersebut.

Pendekatan Gasperini pada menyerang tak kalah menarik. Masih menurut Newman, “Timnya selalu memanfaatkan lebar lapangan, mengubah mainan dari muka ke muka untuk menciptakan overload. Mereka bisa melakukan umpan-umpan horisontal secara berjalan menerus. Namun, umpan-umpan itu dilakukan untuk membuka antara di pada bangun pertahan oponen yang kemudian bisa dieksploitasi dengan operan diagonal yang bersifat penetratif.”

Setidaknya hitung-hitungan bisa jadi bukti. Sementara Atalanta hanya menguasai bola sebesar 28% di daerah tengah lapangan, penguasaan bola di muka daksina dan muka kanan membayangkan nyaris seimbang: 37% di muka kanan berbanding 38% di muka kanan.

Yang menarik, untuk kontributif pendekatannya pada menyerang tersebut, selain memanfaatkan pemain-pemain depan yang mampu bermain cair, Gasperini tak jarang meminta bek-beknya untuk maju ke depan. Meski berisiko, membuat Atalanta sudah kebobolan 43 nilai di Serie A sejauh ini, pendekatan itu ternyata mujarab: serangan Atalanta jadi semakin berabe untuk ditebak lawan.

Karena filosofi Gasperini itu, Atalanta kemudian selalu tampil dengan gigi catur di Serie A musim ini. Tahu bagaimana menyudutkan oponen serta dengan jalan apa menciptakan peluang, Atalanta kemudian mencetak 71 nilai pada 35 pertandingan, pokta di jarak konstestan Serie A lainnya. Dan di pada kotak penalti lawan, tak sedia barisan Serie A lainnya yang mampu mengawai bola lebih banyak dari Atalanta: membayangkan rata-rata 22,51 kali mengawai bola di pada setiap festival

Selain itu, Atalanta jua tahu betul bagaimana caranya membuat festival sepakbola tak membosankan untuk ditonton: ala 15 April 2019 lalu, era ditahan Empoli di Stadion Azzuri d’Italia, Atalanta melakukan 47 kali percobaan tembakan ke cita-cita gawang Empoli yang dikawal akibat Bartlomiej Dragowski.

(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Renalto Setiawan

Editor: Abdul Aziz

 

 

Begitulah pembahasan "Alasan Atalanta Menjadi Tim Paling Menarik di Serie A Musim Ini - Tirto.ID" terima kasih atas kunjungannya

 

postingan ini dikelompokkan ke dalam kategori Atalanta, atalanta vs shakhtar donetsk, atalanta bergamo,

 

postingan ini bersumber dari https://tirto.id/alasan-atalanta-menjadi-tim-paling-menarik-di-serie-a-musim-ini-dyEG

Komentar